Senin, 16 Januari 2012

Memulai Bisnis di Usia 40

Banyak orang terjebak dalam dunia kerja hanya sebagai karyawan.Mereka menjaminkan hidup mereka selamanya untuk bekerja pada perusahaan milik orang lain. Banyak karyawan merasa nyaman dengan bekerja mengikuti rutinitas, berangkat pagi pulang sore, namun tidak sedikit orang yang merasa jenuh bekerja dan berpikir untuk mulai bisnis sendiri,tetapi ada satu kendala yang membuat mereka ragu,mungkinkah memulai bisnis diusia tua ?

     Tua seberapa tuakah anda ketika ingin memulai bisnis? 40 tahun ? belum tua , bahkan diusia 45 tahun pun anda bisa memulainya, para pengusaha sukses biasanya memiliki empat ciri umum, dan ciri -ciri tersebut tidak akan anda dapat di sekolah bisnis yaitu :
1.   Visi (vision)
2.   Gairah (passion)
3.   Toleransi terhadap resiko (tolerance for risk)
4.   Ketekunan (perseverance)

1.   Visi (vision)

 visi enterpreneur mempunyai dua sisi, pertama gagasan untuk memulai bisnis seringkali diawali dengan suatu inspirasi, sebuah moment ketika dunia seseorang terbalik, dan cenderung bersifat transformatif, apapun genesisnya, visi ini biasanya merupakan hal yang menghentakan hati dan pikiran sang enterpreuner dan tidak mungkin dapat dilepaskan.Barangkali saja visi ini menjadi tenaga pendorong bagi sang enterpreuner, visi ini dapat menyebabkan ia berhenti bekerja, pindah ke kota lain, atau berusaha keras mewujudkan nasib hidupnya. 
Kedua, visi terjadi ketika bisnis sudah dimulai, ini terjadi ketika enterpreuner harus menciptakan rencana jangka panjang untuk bisnis tersebut.

2.   Gairah (passion)

Gairah untuk kehidupan baru ini dan gairah terhadap produk dan jasa yang akan anda sediakan, kita seringkali diberitahu untuk mengambil bisnis yang kita sukai , dan ini memang nasehat yang bagus, menjadi seorang enterpreneur adalah pekerjaan yang berat, ini tugas yang mahal, memakan banyak waktu dan melelahkan, kecuali bila anda mencintai apa yang anda kerjakan, demikian pula menjadi enterpreneur juga berarti mengajak orang percaya pada anda, mereka mungkin saja para visitor, anggota dewan, atau para pelanggan.

3.   Berani Mengambil Resiko

Enterpreuner merupakan seorang yang bersedia mengambil resiko dengan uang mereka demi mencetak uang. Demikian pula dengan pekerjaan seorang enterpreneur memiliki banyak  resiko, resiko yang akan anda hadapi hendaknya bukan resiko yang liar, tetapi sebagai resiko yang pintar dan terkalkulasi. Namun resiko yang terkalkulasi pun memiliki resiko pula,tidak ada jaminan kesuksesan tanpa resiko, jika anda tidak mampu bertahan hidup dengan ketidak pastian, maka menjadi enterpreuner tidak cocok bagi anda.

4.   Ketekunan 

Ketekunan akan anda hadapi ketika anda menghadapi masa-masa yang sulit disini anda dituntut untuk memiliki komitmen yang telah anda tanamkan sebelumnya ketika anda ingin memulai bisnis, salah satu kelemahan enterpreuner pemula adalah jika mereka pernah bekerja diperusahaan milik orang lain, mereka memiliki semangat yang menggebu-gebu tanpa memiliki analisa data yang baik, jadi saya tekankan anda disini untuk pelan-pelan.Apa yang perlu anda pahami setahap demi setahap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar